Gambar 1 menunjukkan rangkaian listrik sederhana. Rangkaian listrik tersebut merupakan susunan alat-alat listrik yang terdiri dari sumber arus, kawat penghantar, lampu atau alat listrik, dan saklar. Pada gambar 1a saklar dalam keadaan terbuka dan rangkaian tersebut disebut rangkaian terbuka. Pada rangkaian terbuka maka arus listrik tidak dapat mengalir sehingga lampu tidak menyala. Pada gambar 1b saklar dalam keadaan tertutup dan rangkaian tersebut disebut rangkaian tertutup. Pada rangkaian tertutup 1b maka arus listrik mengalir melalui rangkaian sehingga lampu menyala
Kuat Arus Listrik
Seperti telah dijelaskan bahwa lampu pada gambar 1b dapat menyala karena adanya arus listrik. Arus listrik adalah aliran muatan-muatan listrik (dianggap sebagai muatan positif) sepanjang rangkaian. Arah arus listrik adalah dari potensial tinggi (positif) ke potensial yang lebih rendah (negative). Dengan demikian arah arus listrik berlawanan dengan arah electron (e). Untuk menyatakan besarnya arus listrik yang melalui suatu penghantar maka dinyatakan dalam besaran kuat arus listrik (I). Kuat arus listrik (I) didefinisikan banyaknya muatan listrik yang melalui penghantar tiap satuan waktu.. Secara matematis kuat arus dapat ditulis.
Tegangan Listrik
Arus listrik dihasilkan oleh alat yang dinamakan
sumber arus listrik. Contoh sumber arus listrik adalah baterai, akumulator.
Baterai dan akumulator termasuk sumber arus searah atau DC. Sumber arus baterai
dan akumulator memiliki dua terminal yang disenut kutub. Kutub positif atau
anoda memiliki potensial yang lebih tinggi dari kutub negative atau (katoda).
Beda potensial kutub-kutub sumber arus pada rangkaian terbuka dinamakan GGL
atau
untuk lebih detailnya bisa klik ini materi listrik dinamis dan bisa juga download dengan klik materi listrik dinamis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar